Aku meninggalkan kota di dalam kepalaku
Jalan-jalannya dipenuhi puing janji
berbau serbuk luka dari kenangan lama
Dibelakangku, rasa takut
Masih meledak di bukit-bukit sunyi,
Sementara di depanku terbentang
Padang asing yang mungkin mengandung ranjau,
Atau mungkin bunga liar.
Aku berjalan tanpa arah,
Hanya dengan mengikuti denyut jantung
Luka-luka di tanahku sendiri
Menjadi tanda jalan,
Menunjukan arah ke perbatasan,
Yang belum pernah kulihat.
Jauh, ada cahaya yang samar
yang tersembunyi di kabut fajar.
Mungkin itu hanya ilusi,
Karena meski perang belum usai,
Aku tahu setiap langkah adalah suatu kota kecil
Yang berhasil kuselamatkan dari kehancuran.
Tomi






