WR III UIN Mataram Bantah Adanya Pemilihan Dema Universitas secara Diam-diam

oleh -287 views
Wakil Rektor III UIN Mataram, Prof. Dr. H. Abdullah Achim, saat ditemui oleh Tim LPM Ro’yuna usai pelaksanaan Wisuda ke-48 UIN Mataram, Kamis (07/03/2024).

Ro’yuna Redaksi-Wakil Rektor (WR) III Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Subhan Abdullah Achim, membantah adanya pemilihan Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) tingkat universitas. Meski beredar pamflet ucapan selamat kepada pasangan calon terpilih di media sosial.

“Semua pamflet yang berkaitan dengan Dema itu hoax karena sumbernya bukan dari Wakil Rektor III,” bantah WR III saat ditemui Tim LPM Ro’yuna usai pelaksanaan wisuda ke-48 UIN Mataram, Kamis (07/03/2024).

Abdullah Achim juga menegaskan bahwa pasangan calon terpilih dalam pamflet yang beredar tidak sah. Meskipun, kata dia, terpampang foto, nama, serta fakultas ketua dan sekretaris jenderal Dema Universitas terpilih.

“Mereka (Dema), saat ini belum ada,” ujarnya.

Dari keterangan pamflet, diketahui bahwa pasangan calon tersebut merupakan mahasiswa UIN Mataram yakni, Fathul Aziz S. dari Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) dan Meta Swala dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK). Hingga saat ini, WR III UIN Mataram tidak mengetahui secara pasti sumber pamflet yang beredar.

“Itu (pamflet) tidak ada sumbernya,” lanjut Abdullah Achim.

Dari informasi yang dihimpun tim royunaredaksi.com kemunculan pamflet tersebut diduga sebagai salah satu upaya mahasiswa untuk mendesak birokrasi kampus agar segera menyelenggarakan pemilihan Dema dan Senat Mahasiswa (Sema) tingkat universitas.

Menanggapi hal tersebut, Abdullah Achim mengatakan bahwa belum semua Badan Kegiatan Mahasiswa (BKM) tingkat fakultas terbentuk, sehingga belum diadakan pemilihan Sema dan Dema tingkat universitas.

“Baru hari Senin itu Fakultas Dakwah sudah melaksanakan pelantikan Sema dan Dema. Dan untuk Sema, Dema Universitas tentu setelah selesai, rampung semua yang di tingkat fakultas,” jelas WR III UIN Mataram.

Lebih lanjut, ia mengatakan, akan mengadakan diskusi dengan para Sema dan Dema tingkat fakultas beserta seluruh Wakil Dekan III, untuk membahas prosedur pemilihan BKM tingkat universitas.

Karena menurutnya, proses pemilihan Ketua Dema tingkat universitas harus dilakukan sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan dan tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Ia juga menghimbau kepada seluruh warga UIN Mataram agar tidak percaya terhadap informasi yang bukan bersumber dari WR III UIN Mataram.

“Hari Jumat, tanggal 08 Maret besok baru kami akan bahas langkah-langkah untuk menghadirkan BKM tingkat universitas. Maka sebelum ada info dari Wakil Rektor III, informasi terkait Sema dan Dema Universitas itu hoax,” tutupnya.

(Lisa/Roby)

17 thoughts on “WR III UIN Mataram Bantah Adanya Pemilihan Dema Universitas secara Diam-diam

  1. Itu kan sudah jelas bukan pemilihan. Emang dasarnya WR 3 ini tidak mau bertanggung jawab terkait kemahasiswaan.
    Bintang 1 untuk WR 3 UIN Mataram

  2. Benar mas, saya rasa begitu. Sudah setahun lebih kekosongan kepemimpinan Dema sema UIN. Saya rasa pasangan yang ada di pamflet menjawab semua, setidaknya mereka berhasil menggugurkan satu dosa nya wr 3. Harusnya si bersukur

  3. Saya selama jadi mahasiswa di UIN Mataram sampai jadi Alumni tidak pernah merasakan manfaat dari sema dema ini. Dipilih pun gak pernah hehe, apa iya di UIN ini kita diajarkan menggelapkan suara? Hahahaha

  4. Duniaaa duniaa..ada yang memprovokasi dan ada yg terprovokasi.semuanya tai.. haus jabatan mau yang ini mau yang itu sama saja
    #halamadrid
    #GGMU
    #TolakKeretaGantungRinjani

  5. Sebenarnya sih gpp mau kammi atau siapapun yg naik,yg pentingkan ke amanahannya
    Knp sih kalo ada org selain org PMII yg naik selalu ribut?
    Haus kekuasaan bngt ya? Sorry saya netral

  6. Selama ini kerjaan birokrasi kampus ini apa sih? Kan ini sudah lama kekosongan jabatan di sema dema Univ. Atau jangan jangan wr 3 ini menjabat menjadi KPU-M Univ seperti dekan FDIK yang menjadi panitia di pemilihan sema dema fakultas? Konyol banget kampus ini hahaha.

  7. Ini wr 3 akan jadi panitia KPU-M Univ gak sii?? Kayak dekan FDIK yang jadi panitia KPU-M F di pemilihan sema dema fakultas dengan alesan tidak percaya lagi sama mahasiswa nya???

    1. Saya sebagai mahasiswa kupu-kupu sangat resah dengan kepemimpinan BKM trutama Dema UIN Mataram yang kebanyakan di pegang oleh anak-anak dengan bendera B1ru Kun1ng yang tidak ada kerjaan sama sekali. Isi IG nya hanya seputaran ucapan2 selamat yang tidak berguna sama sekali. Masa uang kami yg lebih dari 10 juta itu habis hanya untuk buat panflet2 busuk kyk gitu.. Lama-lama sy curiga uang itu digelapkan sama mereka… Yg seperti harus dibasmi.. Bukan hanya BKM yang seperti ini, tapi KPUM pun yang seharusnya netral ini malah..hhmmmm.. bussukkk..
      Kampus adalah miniatur negara, tempat kita belajar bernegara.. Kalau di kampus aja udh busuk kyk gini,, gimana besok ketika sampai terjun ke negara langsung, bisa bubar ini Indonesia ..

  8. Iri liat kampus kampus lain punya bem, bisa magang di bem, bisa berbagi pengalaman disana, tapi kok kampus uin mataram ini gabisa gitu yaa, kita juga ingin punya president mahasiswa PAK!! uang jatah bem itu juga dikemana kan PAK!!

  9. Iri liat kampus kampus lain punya bem, bisa magang di bem, bisa berbagi pengalaman disana, tapi kok kampus uin mataram ini gabisa gitu yaa, kita juga ingin punya president mahasiswa PAK!! uang jatah bem itu juga dikemana kan PAK!!

  10. Dengan sikap seolah-olah menjadi seorang predator yang mengintai dari kejauhan, WR3 tampaknya melupakan makna yang mendasar dari SEMA dan DEMA dalam struktur sosial kampus. Dalam keadaan ini, perilaku mereka yang mengabaikan proses demokratis dan kebutuhan partisipasi hanya mencerminkan kesombongan seorang predator yang tidak peduli terhadap kesejahteraan kawanan.

    Namun, mereka perlu diingatkan bahwa dalam hierarki alam, kedigdayaan tanpa tanggung jawab tidaklah berlangsung lama. Seperti singa jantan yang diusir dari kawanan karena perilaku agresifnya, WR3 harus menyadari bahwa kepemimpinan yang tidak bertanggung jawab hanya akan menghasilkan konflik dan ketidakstabilan di tengah-tengah lingkungan kampus yang seharusnya menjadi tempat belajar yang damai dan inklusif.

  11. Aduuhhh wr3 ini kok gak mau gerak gitu ya,,,kayak gak ada pertanggung jawabannya,,,mungkin ya,,kalau pamflet itu tidak beredar kayaknya wr3 ini bakalan tetap tidur tidak ada pergerakan,,,atau mungkin wr3 ini takut ya kalau nanti yang naik sebagai dema univ. itu adalah mahasiswa yang bisa bertanggung jawab atas amanah yang mereka dapat dan bisa menjadikan UIN ini menjadi lebih baik lagi…kan wr3 ini gak bisa apa-apa,,,hehehe syanda wr3 syanda,,,kwkwkkw…
    #salam mahasiswa nusantara
    #salam perubahan
    #jayakan UIN 2024

  12. Coba tanya mahasiswa UIN secara random.. Tanya tentang dema sema univ. Yakin dah 80% tidak ada yang mengerti, ya karena pada dasarnya mereka dibuatkan dengan hal beginian. Mana peduli mereka hal hal seperti ini.. Jadi cukuplah kawan, di UIN itu hanya di suruh menuntut ilmu dan mengenal Tuhan saja.
    Kalau urusan keadilan yang seharusnya diperjuangkan oleh mahasiswa itu sudah lama di musnahkan oleh birokrasi kampus nya sendiri. Sadar kawan, segera lah lulus dan bertobat karena pernah kuliah di UIN Mataram..

  13. “Hari Jumat, tanggal 08 Maret besok baru kami akan bahas langkah-langkah untuk menghadirkan BKM tingkat universitas. Maka sebelum ada info dari Wakil Rektor III, informasi terkait Sema dan Dema Universitas itu hoax,” tutupnya. (paragraf terakhir berita ro’yuna Redaksi. Media pers uin mataram)

    Pertanyaan nya, apakah Media semacam ini hanya sebatas momentuman?? Kelihatan sekali tidak ada kreativitas nya Media ini hahaha. Buktikan dong Media pers ini netral, atau jangan jangan ini dipegang oleh salah satu OKP yang haus kekuasaan juga di kampus UIN ini???

    Hilang akal sehatnya birokrasi dan mahasiswa nya hahaha smaa sama tarik!

  14. UIN mataram UIN mataram. Herann banget sama kampus PTKIN yang satu ini. Media persnya pun kocak hahaha, coba cek ada tidak beritanya yang mahasiswa memperjuangkan hak hak rakyat? Mana tau mereka hahaha, mahasiswa UIN ini tidak berani keluar kandang, mereka diciptakan untuk kuliah di kampus ini untuk bekerja bukan berpikir. Mana mau mereka memikirkan kesusahan rakyat, coba cek ada tidak mahasiswa UIN mengawal Demokrasi kemarin? Gak ada kan, hahahah. Emang gitu dari atasnya itu, dikasi jabatan di sema dema fakultas sampai universitas hanya untuk dibungkam suaranya hahaha. Sekali bersuara hanya untuk kepentingan golongan mereka saja. Intinya kalau ada sanak saudara kalian yang akan kuliah, lebih baik jangan suruh di uin yang satu ini hahahahahhahah.

  15. UIN mataram UIN mataram. Herann banget sama kampus PTKIN yang satu ini. Media persnya pun kocak hahaha, coba cek ada tidak beritanya yang mahasiswa memperjuangkan hak hak rakyat? Mana tau mereka hahaha, mahasiswa UIN ini tidak berani keluar kandang, mereka diciptakan untuk kuliah di kampus ini untuk bekerja bukan berpikir. Mana mau mereka memikirkan kesusahan rakyat, coba cek ada tidak mahasiswa UIN mengawal Demokrasi kemarin? Gak ada kan, hahahah. Emang gitu dari atasnya itu, dikasi jabatan di sema dema fakultas sampai universitas hanya untuk dibungkam suaranya hahaha. Sekali bersuara hanya untuk kepentingan golongan mereka saja. Intinya kalau ada sanak saudara kalian yang akan kuliah, lebih baik jangan suruh di uin yang satu ini hahahahahhahah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.