Ro’yuna Redaksi – Ketua Pusat Pengembangan Bisnis UIN Mataram, Prof. Dr. H. Lukman Hakim, M.Pd., mengatakan semua fasilitas kampus berkemungkinan untuk di sewakan.
“Semua yang berkemungkinan,” ucapnya saat di temui oleh Tim LPM Ro’yuna.
Salah satu kebijakan yang di keluarkan oleh Pusat Pengembangan Bisnis UIN Mataram, memicu berbagai polemik di kalangan mahasiswa dan masyarakat. Fasilitas berupa Auditorium, Hotel, Ruang Teater, Kendaraan Bis, dan segala fasilitas lainnya di sewakan sesuai dengan tarif yang ditentukan.
Kebijakan tersebut muncul karena kampus pada saat ini memiliki tuntutan dari Badan Layanan Umum (BLU). Di ketahui, UIN Mataram sudah berstatus PTN- BLU, mulai pada tahun 2014. Sehingga kampus berkewajiban untuk memiliki pendapatan mandiri guna membantu meringankan beban negara.
Penghasilan yang masuk minimal sebesar 20% dari uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) mahasiswa. Sementara kebutuhan kampus sebesar Rp 222 M sedangkan SPP hanya Rp 35 M. Jadi sumbangan dari negara sekitar Rp 187 M sekian.
Lukman dengan itu juga menegaskan kebijakan ini murni untuk mengupayakan pendapatan mandiri kampus. Sehingga hasil yang di hasilkan dari kebijakan tarif parkir tersebut akan langsung masuk ke pihak BLU.
“Masuknya ke rekening BLU, ini kita langsung stor,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan terkait tarif parkir yang menjadi polemik pada saat moment wisuda ke 53 pada Sabtu, 6 Desember 2025 kemarin hanya uji coba atau tes.
Laili/Yati







