
Ro’yuna Redaksi- Mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) Internasional UIN Mataram, berhasil mengadakan acara Internasional Conference yang berkolaborasi dengan Universitas Sultan Zainal Abidin melalui Zoom meeting. kamis (24-/10/2024)
Acara ini mengusung tema “Relevansi Dan Pengaruh Moderasi Beragama Terhadap Mahasiswa Pada Era Islam Kontemporer”.
Tema yang diusung dalam acara ini berangkat berdasarakan isu-isu yang masih berkembang dimasyarakat luas, terutama dunia perkuliahan. Seperti, isu- isu terkait toleransi beragama dan integritas yang masih marak terjadi.
Dalam hal ini, membahas terkait moderasi beragama merupakan hal penting terutama di kalangan Mahasiswa, Seperti yang disampaikan oleh Wakil Dekan(WD) 1 FDIK Dr. Ahyar M.Pd., dalam penyampaian materinya.
“Dalam praktik beragama merupakan praktik sosial yang di tekankan, bagaimana kita berinteraksi di dalam masyarakat dan bertoleransi dalam kehidupan bukan hanya antar beragama akan tetapi, juga antar umat yang beda agama,” ungkapnya.
Selaras dengan itu semua, Ahyar juga mengutip dalam penyampaian mantan Mentri agama dalam acara seminar yang ia hadiri, sebenarnya ada irisan-irisan yang menjadi fokus setiap agama yakni, kemanusiaan.
“Setiap agama memiliki satu fokus yang sama yakni kemanusiaan, kemanusiaan untuk hidup bersama, dalam damai, rukun dan sejahtera,” sambungnya.
Internasional conference yang berlangsung melalui zoom ini dihadiri oleh 100 orang peserta yang berasal dari berbagai Universitas dengan menghadirkan 2 narasumber, diantaranya, Dr. Wal Khairul Aiman bin Wal Mokhtar dan Dr. Akhyar, M.Pd.
Dalam penyampaian nya Dr. Wan Khairul Mokhtar bin Wal Mokhtar, menjelaskan ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam Moderasi beragama salah satunya, Menjaga keharmonisan baik antar umat beragama maupun beda agama.
Selain itu juga, dalam penjelasannya ada 7 hal yang menjadi poin penting yang harus diperhatikan oleh mahasiswa dalam Relevansi Moderasi Beragama yakni, Memupuk pikiran Kritis dan rasional, menangani pemikiran radikal dan ekstremisme, meningkatkan toleransi dan kerja sama antar kaum, membentuk identiti keagamaan yang seimbang, pembentukan pemikiran yang terbuka, sikap kritis terhadap maklumat agama dan peningkatan kemahiran sosial.
“Moderasi beragama bertujuan untuk mempererat hubungan antar umat beragama dan mengurangi potensi konflik yang dapat timbul akibat perbedaan pandangan agama,” ujarnya.
Moderasi beragama sering kali dikaitan dengan usaha untuk menjaga kestabilan sosial, mencegah konflik berasaskan agama dan mempromosikan nilai-nilai agama yang universal. Dengan cara ini, moderasi beragama memiliki peran penting dalam mewujudkan ekosistem kampus yang aman dan adil dalam berbagai kepercayaan.
Juli







