Ro’yuna Redaksi — Program servis motor gratis yang dilakukan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Mataram pada kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) sempat menimbulkan kepanikan pada sejumlah mahasiswa baru. Hal ini terjadi karena posisi motor dipindahkan langsung oleh panitia dan pihak montir, Senin, (22/06/26).
Menurut keterangan dari beberapa mahasiswa baru mengaku kaget ketika motor yang dibawa hilang. Salah satu mahasiswa baru Raisa, mengaku kaget saat mengetahui motornya sudah tidak berada di tempat semula.
“Kaget sih, tiba-tiba motornya sudah beda tempat,” ujarnya.
Hal serupa juga dirasakan Dini Rahayu Putri, mahasiswa baru yang sempat berkeliling area parkir untuk mencari motornya.
“kaget banget sih tadi sebenarnya, saya capek keliling kesana kemari, terus untung saya kenal platnya,” kata Dini.
Mendapati hal tersebut Ketua DEMA UIN Mataram, Ahmad Hilman Halim, mengungkapkan pihak DEMA sudah memberikan informasi terlebih dahulu melalui panitia PBAK. Kemudian panitia yang melakukan sosialisasi sebagai upaya agar tidak adanya miss komunikasi.
“Sebelumnya saya memberi tahu dulu kepada kepanitiaan, terutama panitia PBAK karena dia yang menghandle bagaimana proses PBAK ini, juga sebagai upaya tidak ada miss komunikasi terhadap panitia penyelenggara dengan mahasiswa baru,“ ungkap Hilman.
Lebih lanjut ia memberikan penjelasan bahwa penempatan kendaraan mahasiswa baru di area depan rektorat telah disepakati sebelumnya dalam rapat final PBAK.
“Ketika rapat final PBAK, kita menyepakati bahwasanya motor mahasiswa baru akan ditempatkan di rektorat,” jelasnya.
Hilman juga menuturkan bahwa mahasiswa baru diminta meninggalkan motornya agar proses servis dapat berjalan lebih efektif tanpa mengganggu aktivitas PBAK yang sedang berlangsung.
“Kalau kita panggil mereka satu-satu, itu akan mengganggu aktivitas PBAK,” tambahnya.
Meski sempat merasa panik dan kebingungan karena motor mereka berpindah tempat tanpa diketahui sebelumnya, sejumlah mahasiswa mengaku tetap bersyukur dan mengapresiasi program tersebut.
Aldi/Alim






