Ro’yuna Redaksi – Pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram tahun 2026 menerapkan aturan baru terkait dengan jumlah kepanitiaan. Berdasarkan Peraturan Kementerian Keuangan (PMK) mengenai persentase ideal, jumlah panitia PBAK dibatasi sebanyak 10% dari total jumlah peserta di setiap gelombangnya, Senin, (22/06/26).
Berdasarkan keterangan dari Ketua Panitia pelaksana PBAK Dr. Nuruddin M.H menjelaskan bahwa walaupun komposisi kepanitiaan secara umum masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya yaitu dibagi rata sebanyak 50% yang terdiri dari pegawai administrasi, dosen, dan mahasiswa. Dikarenakan skema pelaksanaan PBAK tahun ini dipecah ke dalam tiga gelombang.
“Alasan kenapa sedikit karena PBAK dibagi tiga periode. Pada gelombang pertama dengan total 1.076 peserta, panitia yang dikerahkan hanya 10% nya saja, yaitu sekitar 110 orang,” ungkapnya.
Lebih lanjut Nuruddin menjelaskan bahwa pihak panitia memproyeksikan jumlah peserta pada gelombang kedua (UMPTKIN dan SNBT) dan gelombang ketiga (Mandiri) bakal di ikuti 1.500 mahasiswa baru, dengan kuota panitia 150 orang.
“Untuk yang akan datang itu, diperkirakan untuk SNBT sama UM PTKIN di perkirakan sekitar 1.500 berarti panitianya nanti 150 begitu pula nanti yang Mandiri, jadi kalo di total sama tahun lalu sama dia,” jelasnya.
Jumlah panitia mendapat kebijakan baru yaitu mengambil satu utusan dari setiap Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan dua utusan dari Badan Koordinasi Mahasiswa (BKM). Organisasi mahasiswa yang tidak masuk ke dalam Surat Keputusan (SK) induk kepanitiaan, pihak kampus memastikan mereka tetap diakomodir menggunakan surat penugasan khusus.
“Itu yang di SK, yang tidak masuk ada dikomodir seperti Menwa 10, KSR 15,” katanya saat di wawancarai tim LPM ro’yuna.
Pelaksanaan PBAK hari pertama mengusung konsep yang lebih rileks dengan jargon “Santai, Serius, Sukses”. Sedangkan atribut formal dan kepanitiaan lengkap nanti akan diwajibkan pada pelaksanaan hari kedua.
Dara/Asry






