Ro’yunaRedaksi- Dekan dan Wakil Dekan III Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) menanggapi tuntutan masa aksi mahasiswa yang berlangsung di depan FDIK UIN Mataram pada, Kamis 24 Februari 2022.
Dalam aksi yang dilakukan oleh aliansi mahasiswa UIN yang menggugat, tidak adanya musyawarah yang dilakukan oleh dekan terkait pemilihan SEMA FDIK.
Dr. M. Saleh, MA., selaku dekan FDIK menanggapi sesuai hasil rapat pada, 17 Februari lalu yang juga melibatkan WD III dan Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) se-FDIK, serta kesepakatan kedua pasangan calon SEMA
“Jadi diadakan musyawarah yg melibatkan WD III dan ketua HMJ FDIK, pada saat rapat ada 3 opsi yg diberikan pertama pemilihan ulang dengan melibatkan WD III kedua vakumkan ketiga kembalikan keputusan kepada dekan,” ujarnya
Diduga karena adanya miskomunikasi menyebabkan kesalahpahaman antara pihak Fakultas dan mahasiswa. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Dekan FDIK Dr. M. Saleh, MA.
“Jadi sebenarnya ini hanya persoalan miskomunikasi, informasinya yang tidak sampai di mereka dan seolah-olah dekan mengambil keputusan sendiri tanpa melalui proses yang ada”, tuturnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan terkait Sema FDIK yang sudah terpilih, dimana Sebelumnya hasil pemilihan Sema FDIK ialah seri, dan sesuai dengan mekanisme yang berlaku keputusan terkahir diserahkan ke Dekan untuk menetapkan Sema yang terpilih.
Melalui musyawarah yang melibatkan WD III dan HMJ se-FDIK menyepakati bahwa mengembalikan keputusan ke Dekan untuk menetapkan Sema terpilih, dengan harapan keputusan tersebut bisa menjadi solusi. Seperti yang dijelaskan perwakilan Sekretaris HMJ dari MD
“Jadi, dari hasil musyawarah kemarin, forum mengembalikan keputusa kepada Dekan, yang diharapkan memberikan solusi dalam artian rasa transparan ataupun pemilihan ulang yang dimana kedua paslon ini mampu menerima dengan baik apa yang disepakati”, pungkasnya. Ujar Hamidun Ahmad selaku Sekretaris HMJ MD. (Eka)








