Masa COVID-19; FEBI Jalankan Ujian Skripsi Online

oleh -27 views

UIN MATARAM, FEBI—Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram menjadi salah satu Perguruan Tinggi Islam Negeri (PTKIN) yang tidak hanya melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring melainkan layanan skripsi, ujian seminar proposal, ujian skripsi, dan kegiatan akademiknya berbasis online. Seperti yang dilakukan oleh Fakuktas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) melalui Sistem Informasi Akademik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam atau SIMFEBI.

Tercatat 31 mahasiswa telah melewati sidang skripsi melalui layanan dalam jaringan, sedangkan sisanya akan dilanjutkan setelah hari raya nanti.

Dalam hal ini terkait dengan teknis dan waktu bimbingan skripsi atau proposal online, dosen membuat grup WhatsApp khusus layanan bimbingan dengan jangka waktu maksimal lima hari untuk satu naskah ujian proposal. Kemudian maksimal tiga hari harus dikembalikan ke program studi. Selain itu dibuat posko pengaduan layanan, untuk memudahkan penyebaran informasi dan menanggapi kritik ataupun saran.

Kondisi saat ini yang kurang mendukung kegiatan akademik berjalan dengan biasa karena pencegahan Covid-19. Oleh sebab itu, ujian skiripsi daring dilakukan dari rumah masing-masing. Sistem tersebut tentu saja menjadi bagian dari langkah untuk mengurangi kerumunan yang bisa menyebabkan terjadi penularan makin besar.

Menurut Dr. Muh. Salahuddin, M.Ag, Wakil Dekan I bidang Akademik FEBI. Terkait dengan layanan online ini; Pertama, keluhan dosen dan mahasiswa sama, kebutuhan kuota internet yang membengkak. Kedua, ada sebagian dosen senior, karena alasan kesehatan penglihatan tidak bisa melayani bimbingan online. Kemudian ketiga, mengenai lokasi tempat tinggal dosen dan mahasiswa yang agak terpencil sehingga sulit mendapat jaringan internet. Permasalahan ini telah dirampungkan oleh pihak fakultas.

Meski dilakukan secara daring, aktivitas sidang tetap mengutamakan tata tertib. Mahasiswa tetap berpakaian rapi dan menggunakan jas almamater saat menjalani sidang.

” Untuk menuju kualitas yang lebih baik dibutuhkan kebersamaan dan keberanian yang diawali dengan berpikir cerdas. Harga diri kampus kita sekarang ini tergantung pada nilai akreditasi prodi. Tapi banyak yang tidak paham akreditasi baik dosen, staf dan mahasiswa. Apa yang dilakukan di FEBI sebenarnya atas kesadaran dan kebutuhan akreditasi,” jelas Dr. Muh Salahuddin.

Siti Fatimah, Mahasiswa FEBI yang turut dalam ujian online ini menilai bahwa ujian skripsi daring ini membuat dirinya tetap merasakan ketegangan ujian sebagaimana saat bertemu, meski tidak bertemu langsung. Selain itu, Petty panggilan akrabnya juga tetap menyediakan bingkisan untuk dosen penguji dan pembimbingnya, dengan mengantarkannya ke rumah masing-masing dosen.

“Tidak ada paksaan untuk bingkisan, tergantung orang (mahasiswa) masing-masing. Kalo saya pribadi, ini sebagai rasa hormat kepada beliau semua,” tutupnya. (Ro’yuna.Nora)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.