Lestarikan Seni Tari Tradisional Melalui Acara Creativology “Tiba-tiba Nari”

oleh -117 views
Sesi Talk Show bersama penari sekaligus pengajar di SMKN 2 Lingsar dalam Acara Creativology “Tiba-tiba Nari” yang digelar oleh BKSM-SAKSI UIN Mataram, Jumat (03/05/2024)

Ro’yuna Redaksi-Badan Kegiatan Seni Mahasiswa Sanggar Apresiasi Konstelasi Seni Islami (BKSM-SAKSI) UIN Mataram, sukses menggelar acara Creativology dengan tema “Tiba-tiba Nari”, Jumat, (03/05/2024).

Acara yang berlangsung di Lapangan Basket UIN Mataram tersebut, merupakan ajang untuk mengenalkan dan mengajak mahasiswa melestarikan seni tari tradisional yang menjadi salah satu ciri khas suatu daerah.

Seperti yang disampaikan oleh bintang tamu talk show, seorang penari sekaligus pengajar di SMKN 2 Lingsar, Irma Suryani mengatakan bahwa menari bukan hanya sekedar meliuk-liukkan badan, namun setiap gerakan tersebut memiliki makna yang mengandung pesan tersirat.

“Tari memberikan pesan. Memiliki value tersendiri serta memiliki pakem-pakem yang harus ada,” kata Irma.

Ia juga mengungkapkan untuk menguasai seni tari tradisional, dibutuhkan kesabaran dan ketekunan dalam mempelajarinya.

“Belajar tari tradisional harus sabar, gak bisa instan. Belajar menari membutuhkan waktu panjang,” ungkapnya.

Selain mengadakan talk show, serangkaian acara seperti penampilan tari tradisional dan jamming music dari anggota BKSM-SAKSI, juga turut dipertunjukkan dalam acara tersebut.

Acara ini pun mendapat tanggapan baik dari mahasiswa yang hadir dalam pertunjukan tersebut. Salah satunya mahasiswa dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), Febi mengaku terhibur dan menurutnya, acara ini dapat menjadi inspirasi di kalangan mahasiswa agar mau belajar mengenai seni.

“Bagus, cukup menghibur, seru juga. Tentunya acara ini dapat menjadi inspirasi kepada mahasiswa lain,” ujar Febi.

Terkait hal tersebut, muncul harapan dari mahasiswa lainnya agar acara semacam ini terus diadakan di lingkungan kampus. Seperti yang disampaikan oleh salah satu mahasiswa FTK, Una berharap acara ini dapat menjadi ajang berkreasi dan penyaluran bakat mahasiswa dalam bidang kesenian.

“Semoga bisa mempengaruhi mahasiswa lain untuk berkreasi. Juga sebagai contoh untuk mahasiswa yang lain agar tidak malu-malu untuk menampilkan bakat mereka di depan banyak orang,” kata Una.

Acara Creativology ini juga sebagai ajang promosi BKSM-SAKSI dengan menarik minat mahasiswa, untuk bergabung menjadi anggota di dalam organisasi tersebut. Sebagaimana disampaikan oleh Ketua BKSM-SAKSI Ismail.

“Acara dilakukan dalam rangka mempromosikan BKSM-SAKSI kepada mahasiswa lain, bahwa kita sedang melakukan open rekrutmen anggota baru,” imbuhnya.

Rina/Dela

One thought on “Lestarikan Seni Tari Tradisional Melalui Acara Creativology “Tiba-tiba Nari”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.