Layar Monitor Mati, Wali Wisudawan Nekat Trobos Masuk Auditorium

oleh -59 views
oleh

Ro’yuna Redaksi – Wisuda Ke-55 Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram berjalan hikmat, sebelum layar monitornya mati yang membuat para wali wisuda marah sehingga nekat masuk ke dalam gedung auditorium untuk melihat anak mereka, pada, Minggu (20/8/26).

Koordinator Humas dan Kerjasama Suhirman Adita, M.pd menjelaskan bahwa, matinya layar monitor terjadi di 10 menit pertama yang membuat para orang tua khawatir tidak bisa menyaksikan anaknya.

“Sekitar mungkin tadi 10 menit pertama ya, dan ada khawatiran dari pihak orang tua untuk tidak dapat menyaksikan putra putrinya,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa setelah layar monitor mati, tim humas segera bertindak dengan cara menghentikan prosesi wisuda sampai layarnya kembali normal.

“Dalam waktu cepat kita koordinasi dengan tim penyedia jasa layanan itu, dan dia akan memperbaiki dan saya selaku bidang acara berkordinasi ke dalam menggambil sikap, cancel dulu saya break dulu acara karena itu adalah permintaan dari orang tua,” jelasnya.

Suhirman juga mengatakan bahwa akibat dari matinya layar monitor karena adanya sistem yang rusak, dan sama sekali tidak berkaitan dengan pihak panitia.

“Ada sistem yang kita belum tau, pihak perusahaan itu kan dia yang punya sistem ya, jadi tidak ada kaitan dengan kepanitiaan semata-mata itu adalah eror sistem yang dilahirkan oleh sistem trobol elektronik ini,” jelasnya.

Sementara itu, Muhamad Qusayyi Dimasyqi selaku ketua dewa rencana putra Pramuka UIN Mataram yang bertugas juga sebagai keamanan, mengatakan bahwa para orang tua marah dan protes mengatakan datang dari jauh untuk melihat anaknya yang membuat tim keamanan tidak sanggup menahannya.

” Karena mereka tu datang dari tempat yang jauh seperti Sumbawa, Bima, Dompu ada juga yang dari Kepulauan-kepulauan lain, itu yang membuat sedikit keos antara orang tua dengan tim keamanan yang ada di kampus,” ungkapnya.

Dimas juga menjelaskan bahwa ada salah seorang yang memprovokasi kejadian tersebut yang membuat tamu undangan yang lain maju satu persatu untuk menerobos masuk.

“Ada salah satu bapak itu yang memulai provokasi, dia bilang ayok kita masuk ke dalam kita liat anak-anak kita gitu kata bapaknya tadi, nah itu yang membuat satu persatu orang tua itu mulai berdatangan buat mau ikut masuk,” ungkapnya.

ketegangan tidak berlangsung lama. Setelah gangguan teknis pada sistem monitor berhasil diatasi oleh tim penyedia jasa, prosesi wisuda kembali dilanjutkan secara tertib hingga seluruh rangkaian acara usai.

Zahra/siti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.