Ro’yuna Redaksi – Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPU-M) UIN Mataram mengadakan sosialisasi dalam rangka pemilihan SEMA dan DEMA Universitas tahun 2023 kepada BKM se-UIN Mataram yang dimulai dari tanggal 1 sampai dengan 5 Maret mendatang.
Beberapa akun resmi atas nama KPU-M UIN Mataram telah dibuat sebagai wadah untuk mensosialisasikan pemilihan SEMA dan DEMA Universitas seperti, Instagram, TikTok, Facebook, dan Website. Sebagaimana disampaikan langsung oleh Ketua KPU-M UIN Mataram.
“Di KPU-M ada Komisi Media yang sudah membuat akun media sosial tersebut”, ucapnya, Kamis (2/3/2023).
Namun berdasarkan hasil penelusuran Tim LPM Ro’yuna terkait akun media sosial KPU-M yang tertera di pamflet, tidak ditemukan satupun akun media sosial tersebut hingga berita ini diterbitkan.
Sementara itu, terkait pemilihan dengan sistem parlementer akan dilaksanakan melalui perwakilan atau delegasi satu (1) orang dari masing – masing Jurusan. Terkait hal itu, Rodi enggan memberikan keterangan mengenai kriteria dan syarat bagi calon pemilih yang memiliki hak suara.
“Untuk kriteria dan syarat itu tetap akan ada dan itu nanti khusus untuk yang punya hak suara. Nanti kita kasih tahunya di dalam forum yang sudah kami siapkan”, jelasnya.
Mengacu pada Surat Keputusan (SK) Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 4961 Tahun 2016 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan Pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam pada bagian Tata cara pemilihan Ketua Senat Mahasiswa poin 1, yang berbunyi “Ketua Senat Mahasiswa dipilih dari dan oleh anggota SEMA”. Sementara itu, berdasarkan keterangan yang diberikan oleh Ketua KPU-M bahwa, dalam pemilihan tersebut yang akan dipilih adalah Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) Universitas, sesuai dengan hasil Musyawarah Mahasiswa (MUSMA) yang telah dilaksanakan sebelumnya.
“Jadi nanti kalau udah terbentuk Ketua SEMA, baru nanti Ketua SEMA-nya yang akan membentuk pengurusnya”, imbuhnya.








Semakin keren ya UINMA
Dari birokrasi kampus sampai SEMA DEMA tidak ada transparannya, para para intelektuil berkepentingan hmm
kayak baru masuk politik aja kawan