Konstruksi Pendidikan Tinggi Islam Masa Covid-19 (Problem dan Solusi)

oleh -215 views

FTK—Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementrian Agama, Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag., memberikan apresiasi kepada Fakuktas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Mataram sebab berhasil mengadakan seminar web berbasis nasional pertama diantara PTKI seluruh Indonesia. Mengangkat tema: Konstruksi Pendidikan Agama Islam Masa Covid-19 (Problematika dan Solusi), seminar ini tidak saja berhasil menghadirkan peserta skala Nasional namun juga mancanegara, Senin (18/5).

Pemberian apresiasi oleh Rektor UIN Mataram kepada M. Alwi atas prestasinya memenangkan perlombaan tahap pertama di salah satu tv swasta nasional, sebelum acara dimulai.

Prof. Dr. H. Mutawali, M.Ag Rektor UIN Mataram menyambut baik agenda FTK, sebab bagaimanapun keadaanya proses pendidikan Perguruan Tinggi mesti terus berjalan. Selain membahas permasalahan, majelis ini juga membahas solusi bersama dalam menghadapi situasi pandemi kaitannya proses belajar di Perguruan Tinggi Islam seluruh Indonesia.

Hadir sebagai pembicara pertama Prof. Arskal Salim memaparkan alternatif yang bisa diambil dalam menghadapi proses belajar ditengah Korona. Salah satunya dengan bekerja sama dengan TVRI lokal untuk menanyangkan materi-materi perkuliahan. Ini bisa menjadi solusi bagi mahasiswa yang kesulitan akses jaringan. Pilihan lain yang ditawarkan terkait dengan kolaborasi bersama provider, demi memenuhi kebutuhan jaringan dan kuota. Direktur PTKI sempat menyinggung tentang pelaksanan Kuliah Kerja Partisipatif nantinya akan berbasis dalam jaringan.

Proses webinar berlangsung

Sementara itu Prof. Dr Masnun, M.Ag, sebagai pemateri selanjutnya menekankan pada aspek teknologi informasi yang menjadi kendala utama dibanyak PTKI. Wakil Rektor bidang Akademik ini menyampaikan baik Dosen ataupun Mahasiswa harus diberikan pemahaman mengenai media informasi. Lebih lagi perbedaan generasi antara mahasiswa dan dosen, membuat semua pihak harus memiliki daya adaptasi yang tinggi. Korona sendiri hadir tidak berangsur-angsur, tapi langsung pada tahapan pemberhentian proses belajar di kampus, diganti menjadi online.

“Tentu pada awalnya kita mengalami kekurangan peralatan, terutama masalah jaringan. Namun Alhamdulillah sekarang berkat kerjasama semua pihak dan dukungan Rektor masalah ini berangsur membaik,” sebut Prof. Masnun.

Dekan FTK UIN Mataram, Dr. Hj. Lubna, M.Pd membahas aspek keluhan mahasiswa yang mengaku mendapat tugas lebih banyak dibanding kuliah biasanya.

“Jika dosen dirasa memberikan banyak tugas, bayangkan betapa banyaknya tugas yang harus dosen periksa,” Dr. Lubna sebagai pembicara ketiga.

Dibutuhkan pengertian dari semua pihak, bahwa hal ini dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tidak hanya menggugurkan kewajiban, akan tetapi mengoptimalkan proses.

Dr. Abdul Quddus selaku Moderator berusha optimal melayani peserta yang ingin terlibat aktif dalam seminar. Berbagai tanggapan hadir melalui aplikasi Zoom dan kolom komentar Live Streaming Youtube UIN TV Mataram. Peserta tidak hanya berasal dari LPTK di hampir seluruh wilayah Indonesia. Webinar nasional ini juga menarik atensi peserta dari mancanegara. Terdapat peserta dari Malaysia dan Australia yang juga turut memberikan tanggapan.

Sebelum menutup seminar online, moderator tidak lupa menyampaikan terimakasih kepada seluruh peserta dan pemateri.

Siaran oleh UIN TV Mataram.

” Terimakasih pula untuk UIN TV Mataram dari Fakuktas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram, sebab telah membantu terlakasanya siaran hari ini,” demikian Dr. Abdul Quddus. (Ro’yuna_win.nora)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.