Kisah Haru Muslehhuddin yang Kini Jadi Lulusan Terbaik

oleh -34 views

Muslehhuddin, wisudawan asal Geguntur, menjadi wisudawan terbaik dalam yudisium ke-23 program magister dan doktor Pascasarjana Universitas Islam Negeri Mataram, semester ganjil tahun akademik 2021/2022, yang diselenggarakan pada,  15 Januari 2022, di Auditorium kampus 2 UIN Mataram.

Lulus dengan IPK 3.95 serta perdikat cumlaude dalam program doktoral, menjadikan Muslehhuddin atau yang akrab dipanggil Musleh ini membagikan kisah inspiratif nya dalam mengenyam dunia pendidikan.

Terlahir dari keluarga yang serba kekurangan membuat laki-laki putra dari bapak Husni dan ibu Sanaah itu tergerak untuk membantu perekonomian keluarganya.

Berbagai macam profesi ia tekuni sebelum masuk ke dunia perguruan tinggi, mulai dari mencari keong di sawah, menjaga ternak, menjual kue keliling hingga mencari botol plastik bekas untuk dijual.

Musleh bercerita bahwa ketika semester enam S1 ia menjadi tukang antar jemput anak-anak dosen yang pulang sekolah, dengan itu ia mendapatkan upah sekitar 200 ribu hingga 300 ribu perbulan.

Ia juga mengatakan bahwa setelah tamat S1 melakukan kerja sampingan, sebagai cleaning servis serta menjadi juru kunci semua kamar mandi yang ada di UIN Mataram pada waktu itu.

Membersihkan kelas-kelas di pagi hari sebelum digunakan oleh mahasiswa, mencuci gelas, membersihkan kamar mandi sama dengan pekerjaan cleaning servis lainnya ia tekuni dan tentunya hal tersebut  tidak membuat semangat nya untuk menuntut ilmu menjadi pudar serta melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dan lulus dengan IPK 3.89 tertinggi  waktu itu.

Saat ini ia menjadi  salah satu dosen pada prodi  Pendidikan Agama Islam, serta telah selesai dengan pendidikan doktornya dengan meraih nilai tertinggi serta menjadi wisudawan pascasarjana terbaik.

Hal tersebut tak luput dari support dan doa Keluarga ungkapnya disela wawancara dengan tim Ro’yuna redaksi.

Ia berpesan kepada seluruh mahasiswa agar tetap semangat dalam menuntut ilmu meskipun  perekonomian  keluarga sedang sulit.

“Apabila kita benar-benar ingin menuntut ilmu karna Allah, meskipun perekonomian keluarga sedang sulit, Insyaallah ada jalan yang Allah berikan”.(Yus)

tarafbet giriş

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.