Kampus Membisu, Mahasiswa Menggugat: Konsolidasi Akbar UIN Mataram Menggema

oleh -122 views
Foto Ratusan Mahasiswa berkumpul menggelar Konsolidasi Akbar terkait kekerasan seksual di lingkungan akademik bertempat di Auditorium Kampus II UIN Mataram

Ro’yuna Redaksi – Ratusan mahasiswa berkumpul dalam Konsolidasi Akbar di depan Auditorium Kampus II UIN Mataram pada Rabu sore, 21 Mei 2025. Aksi ini menjadi simbol perlawanan terhadap maraknya kasus Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang mencoreng dunia akademik.

Tidak hanya sebagai bentuk solidaritas terhadap korban, aksi ini juga merupakan protes keras atas sikap kampus yang dinilai lamban dan tertutup dalam menangani kasus-kasus kekerasan seksual.

Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Mataram Abed Aljabiri Adnan menyatakan bahwa gerakan ini lahir dari rasa kemanusiaan yang tidak bisa lagi dibungkam.

“Saya rasa hal ini sangat urgensi sifatnya, karena memang banyak orang-orang yang ada di kiri kanan kita hari ini sudah dilecehkan. Itu sudah tidak manusiawi. Maka harus kita perjuangkan sampai titik terang itu lebih dari cahaya,” tegas Abed saat ditemui setelah kegiatan Konsolidasi Akbar.

Dalam suasana yang penuh keprihatinan, mahasiswa dari berbagai organisasi, paguyuban, dan fakultas menyuarakan satu tuntutan yaitu keadilan bagi korban dan sanksi tegas bagi pelaku.

Sekretaris Jenderal Senat Mahasiswa (SEMA) Tuti, mengecam keras tindakan tidak etis yang dilakukan oleh oknum pendidik terhadap mahasiswi dan harus mendapatkan hukuman.

“Sungguh tidak etis, sungguh tidak patut. Kita sebut diri kita mahasiswa, bersalaman, memanggil mereka guru, dosen, ustadz. Kita menerima ilmu pagi sampai sore, lalu mereka dengan tidak berpikirnya melakukan hal seperti itu. Sangat tidak etis dan tidak patut,” ujar Tuti.

“Kasus ini harus terselesaikan. Oknum tersebut harus mendapatkan hukuman selayaknya atas apa yang telah mereka lakukan,” lanjutnya.

Konsolidasi Akbar ini mengingatkan bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam ketika ruang belajar tercemar oleh ketakutan dan ketidakadilan.

Dengan seruan lantang “Hidup Mahasiswa! Hidup Perempuan Tertindas! Hidup Keadilan!”, mahasiswa UIN Mataram menegaskan bahwa mereka siap menjadi garda terdepan dalam menciptakan ruang kampus yang aman, adil, dan bermartabat.

Della

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.