Kalarifikasi WR III atas 17 Tuntutan Mahasiswa UIN Mataram

oleh -38 views

Ro’yuna Redaksi- Klarifikasi Wakil Rektor (WR) III terkait 17 tuntutan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram yang melakukan aksi damai di depan Gedung Rektorat Kampus II UIN Mataram, Jumat (25/02/22).

Terkait hal itu WR III Dr. Subhan Abdullah Achim, MA.,  menanggapi aksi damai yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai sebuah dinamika dalam mahasiswa. Ia mengatakan bahwa kampus tidak melarang mahasiswa untuk melakukan orasi selagi masih dalam koridor yang sopan santun dan aturan main yang tidak merusak.

“Aksi hari ini merupakan dinamika mahasiswa, sah-sah saja karena kampus tidak pernah melarang atau membatasi orasi dan aksi selagi tahu aturan serta dalam koridor yang sopan santun,”ujarnya

Beberapa tuntutan yang di tuntut oleh mahasiswa sebenarnya sudah ditindaklanjuti oleh pihak kampus, karena semua kegiatan yang dilakukan oleh pihak kampus adalah komando dari Kementerian Agama.

Adapun tuntutan yang sudah ditindaklanjuti seperti pengurangan UKT, lahan parkir, dan pelayanan akademik, dimana dari pihak kampus pun sudah memberikan dan tidak menghalangi hak-hak mahasiswa.

“Jika tuntutan mereka penurunan UKT, kita sudah melakukan penurunan UKT dengan syarat-syarat yang sudah kami berikan, kami tidak menghalangi hak-hak mahasiswa,” ungkapnya.

Terkait dengan tuntutan lahan parkir yang tidak memadai,  pihak kampus sudah menindaklanjuti dengan membebaskan mahasiswa parkir dimana saja. Namun, jika konsentrasi mahasiswa hanya di Fakultas Tarbiyah yang memang parkirannya sempit, sudah diberi kebebasan untuk parkir di fakultas-fakultas yang lain, bahkan di lapangan Ma’had.

“Terkait dengan lahan parkir fakultas tarbiyah yang sempit, bisa juga memarkirkan kendaraannya di fakultas-fakultas lain seperti FDIK,  bahkan lapangan di Mahad itu bisa dipakai juga untuk parkir”, imbuhnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan kepada mahasiswa yang melakukan aksi agar selalu memperhatikan tata tertib. Ia juga menilai aksi yang dilakukan oleh mahasiswa ini menjadi masukan bagi pihak kampus untuk bisa lebih baik, terlebih ini kali kedua kampus melakukan pembelajaran secara tatap muka (offline) setelah pandemi.

“Harapan kami sebagai pemangku amanah khusunya mahasiswa ya laksanakan aksi dengan baik, santun, dan tertib tanpa merusak fasilitas kampus dan menggunakan kata-kata yang kurang sopan karena kita ini kan universitas islam. Aksi adalah hak mahasiswa dan kami sebagai pejabat adalah mendapat kesempatan untuk di kritik kelebihan dan kekurangan sehingga itu kami akan perbaiki,” tutupnya. (Rima)

ligobet giriş

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.