Demi Memprioritaskan Keselamatan dan Keamanan, UIN Mataram Membangun Gerbang Baru

oleh -30 views

Ro’yuna Redaksi-Setelah melakukan diskusi dengan Dinas Perhubungan kota Mataram, pihak UIN Mataram sepakat untuk membangun gerbang baru dengan alasan keselamatan dan keamanan bersama.

Seperti yang dituturkan oleh Kepala Bagian Umum Arya bahwa pembangunan gerbang baru dilakukan untuk memprioritaskan keselamatan, karena posisi gerbang masuk yang lama memiliki jarak sangat dekat dengan Pembelokan (U-Turn) yaitu hanya 45 derajat. Dalam istilah Pekerjaan Umum (PU), hal tersebut tentu tidak sesuai dengan standar keselamatan sehingga sering terjadi kecelakaan di kawasan tersebut.

“Jadi alasan pertama dibangunnya gerbang baru yaitu diprioritaskannya keselamatan, karena jika kita lihat gerbang lama jaraknya sangat dekat dengan belokan yaitu hanya 45 derajat dan sering menyebabkan kecelakaan. Jika dalam istilah PU hal itu tidak sesuai dengan standar keselamatan,” tuturnya saat ditemui oleh Tim LPM Ro’yuna, Selasa (31/1/2023).

Beberapa lama ini penutupan jalan menggunakan barrier merah di pembelokan tersebut dilakukan guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan lainnya. Namun penutupan jalan tidak bisa dilakukan secara permanen dikarenakan mode jalan sudah didesain seperti itu sejak awal pembuatannya dan yang memiliki wewenang akan hal tersebut adalah pemerintah provinsi. Sehingga dengan melalui banyak pertimbangan, pihak UIN Mataram memutuskan cara alternatif dengan membangun gerbang baru di tengah antara kedua gerbang lama atau di depan gedung Rektorat.

“Kita sebagai pengguna aktif jalan, yaitu Mahaiswa dan Pegawai mengambil jarak yang aman. Setelah dipertimbangkan dan diukur jarak sisi kiri dan kanan oleh Dinas Perhubungan, jarak masuk dan keluar yang paling aman yaitu central (tengah),” sambungnya.

Jika dilihat keberadaan gerbang baru ini terlihat sangat mencolok karena berada di tengah-tengah gerbang lama. Dimana jarak antara gerbang lama untuk masuk dan keluar terpaut jarak yang jauh.

Dengan pertimbangan beberapa aspek, ia mengatakan keputusan untuk tidak merenovasi gerbang lama dinilai akan menghabiskan anggaran dalam jumlah yang sama dan tidak bisa mengatasi persoalan yang sudah terjadi.

“Jika gerbang lama direnovasi ukuran gerbang tersebut terlalu kecil, jadi sama saja anggaran yang dihabiskan karena harus dibongkar lagi dan setalah ditimbang dari aspek keamanan, keselamatan, penganggaran jadi kita lebih baik membuat gerbang baru karena bisa mengatasi dua persoalan tadi yaitu keamanan dan kebermanfaatannya,” imbuhnya.

Terkait dengan gerbang lama, Arya mengungkapkan bahwa gerbang tersebut akan tetap ada namun akan dialihfungsikan pada suatu waktu untuk meminimalisir kemacetan.

“Gerbang lama nantinya akan dialihfungsikan pada suatu waktu untuk meminimalisir kemacetan jika ada acara-acara besar. Selain itu, kendaraan besar bisa memasuki area kampus jika gerbang baru terlalu macet sehingga gerbang lama bisa dipergunakan sebagai jalan keluar masuk kendaraan,” tutupnya.

Terkait dengan adanya gerbang baru tentunya mendapatkan respon positif dari mahasiswa salah satunya, Gisa mahasiswa Ekonomi Syariah.

“Yang lama menurut saya agak rawan, ya kan dekat belokan. Bahaya sih kalau kita nyebrang gitu. Kalau yang sekarang agak jauh dari belokan jadinya menurut saya aman-aman aja,” ujar Gisa saat dihubungi via WhatsApp (30/1/2023).  (Japriani, Zuba, Ismi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.