
Disudut hati yang terluka akan asa, ada sosok yang senantiasa mengusaha..
Ada sosok yang senantiasa jadi garda ketika sakit diterpa derita..
Memikul harap serta caci dari pelipur lara yang terjerat status bernama cinta..
Sekujur tubuh kaku serta bengkak memikul batu..
Ia kuat, berkulit baja, berototkan besi tapi punya sisi manusiawi…
Ia tak punya tempat mengeluh, tak di izinkan sakit barang sejenak, dari kecil hingga senja memikul beban yang mengikis tubuh…
Ia tak sempurna..
Dalam proses didiknya, tak jemu akan kata keras dan tegas tuturnya..
Tak jarang, marahpun tatapnya, tak ternah main tangan, tapi tegas karakternya..
Tuhan baik, sangat baik..
Merancang figur seperti ia, yang lelahnya tak pernah ia suarakan..
Yang sedihnya ia telan bulat-bulat untuk dirinya sendirian…
Yang nangisnya tak pernah bersuara..
Yang tubuhnya hari demi hari mengurus dimakan pikiran..
July




