Ayah pergi tanpa kata,meninggalkan sepi di setiap sudut rumah.Tak ada lagi suara kau memanggilku,hanya angin yang datang menggantikanmu. Aku masih duduk di tempat biasa,tempat kita dulu bercerita bersama.Kini hanya bayangmu

Di saat orang lain merasa senang kembali ke rumah setelah lelahnya bergelut dengan dinamika perkuliahan. Justru aku pribadi memandang terbalik. Pasalnya, sejak rumah itu tidak lagi seperti rumah, aku malas untuk

Aku meninggalkan kota di dalam kepalaku Jalan-jalannya dipenuhi puing janji berbau serbuk luka dari kenangan lama Dibelakangku, rasa takut Masih meledak di bukit-bukit sunyi, Sementara di depanku terbentang Padang asing