Asa yang Terluka

oleh -105 views
pinterest

Asa itu pupus…
Menghapus jejak harap yang terjerat labirin hampa yang menguar,
Mengikat harap yang mencekik leher sang puan…
Melolong ampun yang tak terdengar…
Semua orang tuli, tak dengarkah teriakan menyayat ini?
Tak dengarkah seruan penuh lelah ini?
Larutkah dalam hening yang membutakan diri?,
Pada angan yang membawa serta percaya dalam gugurnya harap…
Bayang masih berdiri…..
Mengais tenaga yang tertinggal untuk sorak kemenangan tentang perjuangan yang tak
menepi…
Walau dengan jiwa yang remuk di redam nestapa…
Walau dengan dada yang penuh akan dosa tentang harap yang di acuhkan realita…..
sudikah berharap pada realita yang menuntut percaya…
pada siang yang menuntut bangkit dari hari penuh kecewa..
Pada serpihan mimpi yang nyaris punah akan asa yang terluka..
Namun, dalam keheningan yang menjerat kalbu ini,
Air mata jatuh tanpa suara, tanpa sapa,
Menyusup dingin ke relung yang terluka,
Membasahi luka yang kian menganga….
Kadang aku bertanya pada bayang-bayang sendiri,
Apakah salah jika rasa ini melebur dalam sepi?
Apakah dosa, jika aku menyerah sesaat?
Ketika dunia menutup pintu dan tirai pada harapku yang menggunung.
Wahai asa, kenapa kau begitu kejam?Membiarkan aku tersesat dalam samudra luka,
Membiarkan aku tenggelam dalam tangis tanpa akhir,
Dalam rumah hampa yang tak lagi kukenal…
Tolonglah aku, sampaikan cerita ini pada dunia,
Bahwa manusia yang lelah masih ingin hidup,
Masih ingin percaya pada esok yang tertunda,
Walau kini hanya ada derita dan luka yang mendera…

Tomi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.