
Di sela debu yang menari di jendela,
kudapati laut memungut bayang-bayang…
setiap ombak adalah jarum jam
yang menjahit tepian kenangan.
Aku ingin menyelam ke dasar pasir waktu,
menggenggam butir-butir rindu yang terhempas,
tapi angin hanya memberiku kaca pecah
di setiap beling, wajah-wajah yang tak sempurna,
berbisik tentang pulau yang tak pernah terpetakan.
Malam ini, kukubur rahasia di bawah batu karang,
menunggu mereka tumbuh jadi terumbu
yang menahan gelombang untuk tak mengikis lagi.
Sementara itu, langit mengajariku
bahwa bulan pun bersinar dari patahan-patahan,
dan kita adalah perahu yang terus meraut kayu…
dari puing kapal yang lama karam
Zahra







