
Daksa tuan amerta dalam sajakku,
Sebab, memori itu tersimpan rapi dalam beberapa bait tulisanku.
Menyimpan memori indah dengan begitu rapinya.
Menyelimuti ketidaksempurnaan pertempuran kita.
Biar daksamu abadi dalam cerita.
Meski alurnya tak untuk bersama.
Sebab tiap waktu untuk temu,
Terlalu mahal tuk terabaikan olehku.
Sajak ini kurangkai untuk kamu.
Sebagai ucapan terimakasih sebab telah bertemu.
Kelak di suatu waktu,
Semoga kita temui orang yang kita ingin itu.
Arlin







