
Saat ini dunia pendidikan sedang di gemparkan dengan kasus pelecehan seksual. Bagaimana bisa pusat untuk membentuk generasi yang berkualitas bisa melakukan hal se keji itu. Sungguh sangat tidak etis sekali dunia pendidikan seperti sekolah, bahkan pondok pesantren di jadikan sebagai wadah untuk pemuas nafsu oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Pelecehan itu kebanyakan terjadi antara guru dan murid. Rusaknya moral dan karena pengetahuan anak-anak itu masih di bawah umur mudah sekali untuk di perdaya. Sekarang bagaimana caranya kita mengembalikan persepsi masyarakat terhadap dunia pendidikan khususnya pondok pesantren yang sudah terlanjur menganggap bahwa pondok pesantren sekarang sudah tidak ada yang bisa di percaya.
Contoh kasus yang sedang hangat-hangatnya terjadi sekarang sempat di viral kan beberapa hari yang lalu yaitu tentang Pimpinan yayasan pondok pesantren yang ada di Desa Kekait Gunung sari melakukan pelecehan terhadap santriwatinya. Kronologis korban ini diperdaya dengan di iming-imingi kata-kata manis dengan menjual nama agama dan untuk mendapatkan keberkahan dalam hidup. Oknum ini juga diperkirakan sudah melakukan aksinya dari tahun 2016 sampai sekarang baru ada yang berani untuk ber speak up. Sekitar 22 orang perempuan yang menjadi korban kebejatan oknum tersebut dan kebanyakan para alumni. Dikabarkan juga mereka berani speak up karena tayangnya film Bid’aah dari Malaysia yang menceritakan ada seorang pimpinan pondok pesantren melakukan pelecehan dengan membawa-bawa nama agama.
Sungguh miris sekali, dengan hanya bermodalkan agama dan tampang alim bisa memperdaya orang-orang yang pemikiran nya masih awam dan lemah. Kita tidak bisa menyalahkan para korban itu karena pikiran mereka masih labil. Masyarakat kita zaman sekarang yang melakukan sesuatu secara berlebihan seperti menganggap orang berilmu itu sudah menjadi wali Allah. Sekarang coba bijaklah dalam berpikir khususnya para perempuan jangan cepat mau diperdaya dengan sekelas tampang orang dari luar. Perlu juga kita selidiki sanad keilmuannya. Apabila kita melihat sesuatu yang melenceng tidak diajarkan dalam alquran dan hadis sudah tinggalkan saja guru semacam itu. Kita memang harus taat pada pemimpin kecuali dalam hal kemaksiatan. Dan agama juga tidak pernah mengajarkan untuk kita ber tuhan kepada manusia. Jangan sampai kita menjadi manusia bodoh menganggap manusia itu sebagai Tuhan. Memang adab lebih penting daripada Ilmu, tapi hanya sekedarnya saja jangan sampai berlebihan. Kita bisa beragama tapi gunakan juga akal pikiran yang logis agar tidak terjerumus hal-hal yang tidak diinginkan.
Sudah sepatutnya kita sebagai mahasiswa berani menyuarakan apa yang menurut kita salah demi kemaslahatan generasi berikutnya.





