Miftahul Rahmah
Mahasiswa Jurusan PGMI FTK UIN Mataram
Tiktok merupakan sebuah aplikasi yang menampilkan video-video yang memiliki durasi pendek yang menarik dikalangan masyarakat terutama kalangan anak dan remaja. Aplikasi ini selain menjadi platform untuk menonton berbagai video yang menarik juga menjadi ajang remaja untuk mengekpresikan dirinya dan menunjukan eksistensinya dihadapan publik. Seperti yang baru-baru ini marak terjadi ada sebuah Challenge yang disebut atau dinamai dengan “prank malaikat maut”. Video Challenge ini dilakukan dengan cara seseorang berdiri ditengah jalan raya seolah-olah ingin ditabrak oleh truk yang tengah melaju, namun pada saat kendaraan mendekat mereka akan menyingkirkan dirinya. Tentunya aksi konyol ini membawa berbagai dampak buruk bagi yang mengikutinya. Hal yang bisa saja terjadi akibat aksi ini adalah terjadinya kecelakaan yang menyebabkan luka-luka hingga kematian.
Salah satu bukti dampak buruk dari aksi ini terjadi pada tanggal 10 Juli 2021 yang menimpa seorang remaja yang berinisial AF berasal dari Bekasi ini harus meregang nyawa akibat aksi nekatnya tersebut. Kejadian naas ini membuat polisi melakukan penyelidikan terhadap Challenge ini dan polisi menemukan 7 video prank malaikat maut di platform terkenal ini. “Jadi di 7 video yang kita dapatkan, jadi mereka itu lompat ke tengah, mobilnya kan ngerem mendadak tuh, habis itu mereka pergi kabur,” kata Kasat Lantas Bekasi Kompol Argo Wiyono pada media, Kamis 15 Juli 2021. “Kalau dari versi saksi, temannya itu niatnya hanya ingin terkenal supaya viral, itu kan membahayakan,” ucap Argo lagi. Kejadian naas berikutnya menimpa seorang remaja berinisial Y berusia 18 Tahun tewas terlindas truk tronton pada Jumat 3-06-2022.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB di Jalan Otista Raya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang Banten. Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota AKP Sujana menerangkan bahwa korban da 2 temannya menghadang truk tersebut secara mendadak. Para remaja itu sengaja menghadang truk dengan alasan membuat konten. “Empat Remaja membuat konten menghadang truk mendadak. Ada tiga orang yang menghadang, satub orang mengambil video.” ujarnya. Dan masih banyak lagi kejadian-kejadian naas yang menimpa para remaja hanya karena ingin terkenal dan dikatakan hebat oleh orang-orang.
Kejadian seperti ini terjadi tidak terlepas dari krangnya keimanan dan ketaqwaan dihati remaja sehingga hilang rasa takut mereka kepada pencipta. Mereka berpikir bahwa denga melakukan aksi nekat tersebut mereka bisa menipu malaikat maut dan menjadi terkenal di sosial media. Selain dari kurangnya keimanan dan ketakwaan, yang membuat remaja nekat melakukan hal demikian adalah karena lingkungan disekitarnya seperti orang tua yang kurang memberikan pendidikan agama dan kasih sayang atau dukungan lain sehingga membuat mereka mencari perhatian diluaran sana. bukannya perhatian dan dan menjadi terkenal, namun para remaja tersebut mati sia sia akibat ulahnya tersebut. Penyebabnya juga bisa terjadi karena kelaaian pemerintah lebih tepatnya pihak Kementrian Kominfo yang kurang melakukan pengawasan terhadap platform-platform terkenal seperti tiktok agar tidak membebaskan video-video membahayakan dan kurang mendidik. Seharusnya kominfo lebih menekankan lagi kepada berbagai sosial media untuk menfilter konten mana yang harus lolos dan tersebar di media sosial dan mana yang tidak harus dipublikasikan.
Cara dan upaya yang harus dilakukan baik itu dari remaja itu sendiri maupun lingkungan tempat tinggal remaja adalah dari remaja sendiri harus lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan dalam dirinya dengan cara belajar ilmu agama baik itu belajarnya dimedia sosial maupun dengan mengunjungi langsung majelis-majelis ilmu. Selain belajar ilmu agama remaja juga harus rajin beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah swt sehingga menumbuhkan rasa takut dan tunduk kepada sang pencipta. Dari orang tua remaja juga harus mendukung pertumbuhan dan perkembangan remaja dengan cara memberikan arahan dan bimbingan serta kasih sayang agar mereka tidak merasa kurang kasih sayang dan tersesat pada jalan keburukan.
Terakhir upaya yang harus dilakukan oleh Kominfo adalah dengan memberikan tekanan kepada berbagai platform terkenal untuk lebih menfilter konten-konten yang beredar mana konten yang harus di blacklist dan mana konten yang diedarkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti ini. Insya Allah jika kita sebagai masyarakat melakukan upaya-upaya diatas maka kejadian seperti itu tidak akan terulangi lagi.



