WONDRRFEST 2026, Jadi Ruang Gaungkan Transisi Energi Berkeadilan

oleh -15 views
Kegiatan WONDERFEST 2026 di Taman Budaya NTB yang diselenggarakan oleh GEDSI JET NTB

Ro’yuna Redaksi – Festival Perempuan dan Energi (WONDERFEST) 2026, dilaksanakan di Taman Budaya Nusa Tenggara Barat (NTB). Mengusung tema “Women Lead Energy, Women Dare to Speak for Energy Justice”, festival ini mempertemukan perempuan, komunitas, akademisi, pemerintah, sektor swasta, dan organisasi masyarakat sipil untuk membahas transisi energi yang berkeadilan dan inklusif, Sabtu, (30/05/26).

Ketua Gender Equality, Disability, and Social Inclusion Just Energy Transition (GEDSI JET) Working Group NTB, Baiq Dewi Anjani, dalam pembukaan festival WONDERFEST 2026, menyampaikan kegiatan tersebut bukan hanya pertemuan formal tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman.

“WONDERFEST 2026 bukan sekadar ruang pertemuan formal. Festival ini dirancang menjadi ruang berbagi pengalaman bagi perempuan akar rumput yang memiliki pengetahuan lokal unik terkait pengelolaan sumber daya energi,” ujarnya.

Tentunya festival ini mendapat dukungan dan koordinasi yang intens dari aktor Pentahelix (Pemerintah Provinsi, DESDM, Sektor Swasta, Media, Perguruan Tinggi/Akademisi, CSO/DPO/WRO dan Komunitas). Selain itu juga dimeriahkan dengan pentas drama bertajuk “Belajar dari Perempuan, Bergerak dari Desa” yang dibawakan oleh Gema Alam.

Dalam sambutannya, perwakilan Yayasan Penabulu, Sardi Winata, menegaskan bahwa transisi energi tidak semata-mata berbicara mengenai teknologi dan investasi, melainkan juga tentang keadilan sosial.

“Bukan hanya soal teknologi, investasi, dan bukan hanya tentang kebijakan. Tapi juga tentang manusianya, tentang keadilannya, dan masa depan yang ingin kita bangun secara bersama tanpa ada yang ditinggalkan,” ujar Sardi saat melakukan sambutan.

Kegiatan ini juga mengajak peserta untuk mengikuti sesi Tutur Puan, yang menghadirkan berbagai kisah perempuan dalam transisi energi, mulai dari inovasi biogas komunitas hingga pengalaman perempuan yang terdampak pembangunan infrastruktur energi.

Festival akan berlangsung selama dua hari dan diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan. Selain diskusi dan berbagi pengalaman, WONDERFEST 2026 menghadirkan pameran teknologi energi terbarukan, pertunjukan seni budaya, lapak komunitas, serta pemutaran film bertema perubahan iklim dan kepemimpinan perempuan.

Melalui festival ini, penyelenggara berharap perempuan dan kelompok rentan tidak hanya menjadi pihak yang terdampak oleh kebijakan energi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menentukan arah transisi energi yang berkeadilan menuju target Net Zero Emission 2050.

Aldi/Firda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.