Oleh: Rabiah Di lorong-lorong gelapnya malam Pada tumpukan-tumpukan kardus bekas kimiawi. Ia duduk menghadap kiblat dengan kesedihan. Sembari diskusi dengan diri sendiri, tentang apa yang paling sabar, selain hatinya yang

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.