Ro’yuna Redaksi-Setelah proses PBAK, SEMA UIN Mataram melakukan konsolidasi di depan Gedung Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) UIN Mataram. Senin (08/08/22).
Saat ditanya kenapa mengadakan konsolidasi setelah berakhirnya masa pembayaran UKT dan PBAK, Sema Universitas Khairul Umam mengatakan bahwa untuk menghargai kegiatan formal yang ada di Kampus, PBAK harus dijalankan dan tidak bisa digagalkan.
“Kita menghargai kegiatan formal yang ada di UIN Mataram, dimana PBAK itu harus dijalankan dan tidak bisa digagalkan. Ketika PBAK ini sukses maka kepentingan birokrasi sudah kelar dan saatnya kita melakukan konsolidasi terkait ukt ini,” ungkapnya ketika dihubungi TIM LPM Ro’yuna via WhatsApp
Adapun konsolidasi tersebut bertujuan untuk mengadvokasi tuntutan dan keresahan Mahasiswa baru dan mahasiswa lama terkait UKT yang terlalu tinggi. Selain itu, terdapat isu-isu lain yang akan dibawa nantinya ketika melakukan aksi. Seperti
“Tujuan kami di BKM wabilkhusus aliansi mahasiswa ini, tidak lain dan tidak bukan apapaun yang menjadi tuntutan dan keresahan maba-maba ini terlebih mahasiswa secara umum itu harus teradvokasi, baik dari UKT yang terlalu tinggi dan hal lainnya,” ujarnya
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa sebelum mengadakan konsolidasi, SEMA terlebih dahulu mengkonkritkan semua keluhan Maba, terlebih keluhan terkait UKT yang tinggi.
“Kemarin temen-temen maba itu ribut, kondisinya semua temen maba ini belum jelas juga mana yang ini mana yang itu karena masih belum terarah. Sehingga, kita akan konkritkan semua dulu baru kita lakasanakan konsolidasi,” tuturnya
Sementara untuk aksi sendiri rencananya akan diadakan setelah Konsolidasi untuk menyamakan frekuensi dan persepsi Mahasiswa.
“Untuk aksi, kita masih melakukan konsolidasi awal untuk menyamakan frekuensi dan persepsi isu yang ada di temen-temen mahasiswa. InsyAllah minggu ini atau minggu depan dan itu harus dilakukan apapaun yang terjadi,” imbuhnya
Lebih lanjut ia berharap tuntutan-tuntutan dalam aksi bisa terealisasi dengan pertimbangan-pertimbangan yang tidak merugikan kedua belah pihak
“Harapannya semua yang menjadi tuntutan dalam aksi yang dijalankan bisa terealisasikan dengan pertimbangan-pertimbangan yang tidak merugikan kedua belah pihak,” tutupnya
Disamping itu, DEMA FEBI Tama menunggu informasi terkait Konsolidasi ini, mengingat BKM yang terlibat langsung untuk menghandle mahasiswa sebelum PBAK.
“Beberapa minggu sebelum PBAK, yang menghadle secara langsung maba adalah temen-temen dari BKM. Jadi, kitapun merasakan apa yang dirasakan oleh maba sehingga kita menghadiri konsolidasi ini,” ujarnya. (AZ Yuna)






